Kala hantaman yang keras itu, muncul suara lembut menyentak batinnya. Ia mencari jejak suara yang masuk ke dalam telinganya dengan tanpa permisi, suara yang menggemparkan hatinya.
"Anda tak apa?" Tanya suara itu lembut.
Pemuda itu menengadahkan kepalanya terus mencari gerangan suara itu. menoleh kebelakang dan menemukan seorang wanita yang berdiri di belakangnya. Wanita itu mengenakan pakaian gamis terusan panjang berwarna putih yang indah. Cadar di wajahnya mengambil perhatian pemuda itu dalam seketika.
"Astagfirullah!" Ucap pemuda itu dalam hatinya mengingat tatapannya.
Wanita itu juga ikut menundukkan kepalanya, tak sadar mata mereka sudah bertemu pandang.
"Aku tak apa. Maaf, Anda siapa?" Tanya pemuda itu.
"Ah maaf jika mengganggu. Saya hanya melihat anda sedang berjalan lunglai. Saya kira anda habis tertimpa musibah atau sesuatu." Wanita itu menjelaskan.
"Maaf, tapi aku tak apa." Jawab pemuda itu lagi.
"Oh, baiklah. Kalau begitu saya akan melanjutkan perjalanan saya." Kemudian wanita itu melangkah pergi meninggalkan pemuda itu.
Dalam langkah yang masih terjangkau dalam jarak suara pemuda itu, ia pun spontan berkata, "Maaf, jika diperkenankan, bolehkah aku tau nama anda?" Tanya pemuda itu.
"Namaku Nuha." Lalu perempuan tersebut langsung pergi meninggalkan pemuda itu sendirian.
"Namaku Ali!" Teriak pemuda itu yang mungkin sudah tak didengar lagi oleh Nuha.
Senyum Ali kini sudah mulai bisa terlukis di wajahnya setelah bertemu dengan Nuha. Entah kenapa dia seperti menemukan sesuatu. Hati Ali yang tadinya lemah kini mulai menguatkan ototnya.
Ali melanjutkan perjalanan, pulang dan membayangkan untuk bertemu dengan Nuha lagi.
"Astagfirullah! Dosa Ali dosa. Jangan dibayangin." Kata Ali dalam hati.
Takdir telah mempertemukan Ali dan Nuha. Takdir mereka yang mungkin terikat di masa depan menyimpan materi yang tak mungkin dipecahkan. Takdir itulah yang menjadi cerita mereka.
Ali dan Nuha adalah benang yang sama atau berbeda?
Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar