Minggu, 17 Juni 2018

Melupakan kenangan

Hari ini adalah hari yang cerah untuk keluar jalan-jalan. Menghabiskan waktu sendiri atau bersama yang lain juga sepertinya menyenangkan. Tetapi entah kenapa tidak begitu untuk Ali. Dia merasa hari yang cerah ini hanya mengejek dirinya yang kesepian.

"Hei, apa yang kamu lakukan disini sendirian? Bukankah ini hari yang cerah untuk jalan-jalan?" Pundak Ali ditepuk oleh seorang wanita dari belakang.
"Aku sedang tak ingin keluar bu. Tak ada yang menarik dengan hari ini." Jawab Ali kepada ibunya.
"Selalu saja begini. Sudah berapa hari kerjamu hanya di rumah terus. Pergilah sesekali keluar bersama teman-temanmu. Jangan menyiksa dirimu sendiri." Kata ibunya lagi.
"Aku akan keluar jika aku mau,bu." Jawab Ali cuek.
"Terserah kamu saja. Ibu tinggal dulu." Kata ibunya sembari meninggalkan Ali.

Sudah seminggu Ali tidak meninggalkan rumahnya barang sebentar saja. Entah kenapa perasaannya terlalu suram untuk menghadapi hari yang cerah.

Esoknya, masih dengan hari yang cerah sekali lagi. Ali masih menatapinya dengan kosong dan tak ada semangat sekali. Baginya setiap harinya sama, tak ada beda. Semuanya hanya hari yang semu. Selama tak ada dia, bagi Ali tak ada dunia.

"Li, ayo keluar main. Sama anak-anak lain kayak biasa." Kali ini yang memanggilnya dari belakang adalah teman Ali.
"Gak ki, aku lagi gak mau kemana-mana." Jawabnya menanggapi ajakan temannya luki.
"Serius ah, ayo. Gak ada acara penolakan." Balas luki sambil menarik tangan Ali dengan paksa.
"Ki, seriusan ah males banget nih aku." Ali melawan saat ditarik oleh Luki.
"Udah ayo. Kalau enggak, kita gak temenan lagi nih." Luki masih berusaha menarik Ali sambil mengancamnya.

Ali tak bisa lagi berkata apa-apa. Pria satu ini adalah teman baiknya dan ia selalu tak bisa mengajak tolakannya. Dengan terpaksa Ali pun mengikuti ajakan Luki.

"Bu, kami pergi dulu ya." Kata luki pada ibunya Ali.
"Iya, hati-hati." Jawab ibunya Ali.
"Aku pergi dulu bu." Kata Ali dengan lemas.

Ibunya Ali hanya tersenyum mengetahui akhirnya anaknya mau keluar setelah beberapa hari hanya di rumah saja.

Luki mengajak Ali pergi ke sebuah mall.

"Mau ngapain sih kesini ki?" Tanya Ali yang sudah tidak bersemangat.
"Udah, gak usah banyak komplain." Luki masih terus menariknya hingga mereka sampai ke zona bermain di mall itu.
"Ayo main ini, biar semangat lagi kamunya." kata Luki bersemangat.
"Seriusan? Gini caranya ngehibur yang kamu tau?" Ali pun tertawa dengan tingkah polos temannya itu.
"Aku gak bisa mikir yang lain lagi. Tuh, kamunya juga seneng." Jawab Luki dengan sedikit kesal tetapi dia lega bisa melihat sahabatnya tersenyum lagi.
"Yaudah yaudah, ayo main."

Mereka menghabiskan waktu mereka hari itu untuk bermain sembari Ali yang berusaha melupakan kenangannya yang menyedihkan baginya. Setelah capek main, mereka duduk di salah satu tempat duduk yang ada di mall tersebut.

Tak ada yang menarik. Hanya orang yang berlalu lalang. Hingga kemudian Ali mendapati sesosok orang yang sepertinya dia kenal.

Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar